Sunday, 4 October 2015

"Hidup tak semudah COCOTE MOTIVATOR"



Pagi ini saya diberi kesempatan mengobrol dengan seorang Tukang ojeg disekolah Diaz, yang mencoba meminjam uang untuk bayar sekolah anaknya. Ini sudah untuk yang kesekian kalinya dan ini pula sudah untuk kesekian kalinya tidak dibayar. Jadi sulit akhirnya untuk mengabulkan permintaanya.
Ternyata membantu dengan langsung, tidak merubahnya, walau sudah puluhan tahun ini terus terjadi. Rasanya ingin memberi nasehat, namun sepertinya juga tidak ada gunanya. Orang ini sering kali dikepalanya sudah begitu kuat terprogram "Hidup tidak semudah cocotnya motivator."
Kehidupanya semakin saja terpuruk, dan mentalitasnya tetap saja mentalitas benalu, dan menyalahkan sekitarnya. Jika saja semua orang menyadari, bahwa kwalitas hidupnya adalah akibat dari kwalitas pikiran dan tindakanya, maka dia akan segera menjadi orang yang cerdas. Orang yang mudah terinspirasi dan mudah menemukan Kesalahan, Kelemahan dan Kekurangan dirinya.
Hidup memang tidak semudah cocote motivator, kita butuh melakukan apa yang dicocotkan, sehingga menjadi berdampak. Setiap tindakan POSITIVE akan memberikan domino efek yang positive.
Seburuk apapaun kondisi Anda, namun sudah memiliki niat untuk bangkit dan memperbaiki diri, maka ini jauh lebih mudah berubah menjadi indah, dibanding manusia manusia yang kepalanya tertutup untuk perubahan dan terus sibuk mencari apa apa yang bisa di salahkan.
Anda sekarang dihadapkan pada dua pilihan COCOTE MOTIVATOR itu akan anda jadikan Inpirasi , menjadi ide ide yang bisa anda lakukan untuk perubahan hidup, atau sekedar COCOTE yang melukai penyakit malas, lemah, dan mengganggu keinginan anda untuk terus menikmati menyalahkan orang lain dan mengganggu ego anda sebagai PECANDU DERITA ?

From:
Fb/Hari Subagya

No comments:

Post a Comment