Monday, 12 October 2015

5 TANGGA BISNIS


Bisnis seperti menaiki tangga, ada tahapan-tahapannya. Masing-masing tahapan ada ilmunya. Tak ada yang benar atau salah di setiap metode bisnis, yang ada adalah konsekuensi dari tindakan yang kita pilih.
Kebanyakan calon pengusaha atau pengusaha pemula merasa ‘gamang’ seolah berada di lorong yang gelap; mau kemana, sekarang dimana, lewat mana yang terdekat, apa yang harus dipelajari sekarang?
5 Tangga Bisnis saya buat untuk mempermudah Anda memetakan kondisi bisnis Anda dan materi-materi apa saja yang perlu Anda pelajari saat ini. Cukup fokus mempelajari ilmu yang diperlukan di tiap tahapan dan praktikkan.
5 Tangga Bisnis itu adalah:
1. STARTING
Kenapa banyak sarjana manajemen bisnis tidak menjadi pengusaha? Karena terlalu banyak ilmu yang mereka pelajari, sebelum praktik, sehingga membuat mereka ketakutan sendiri.
Untuk usaha pertama, jangan banyak berhitung. Cari cara bagaimana memulai secepat mungkin, sebelum momentum Anda drop. Meski Anda punya warisan yang besar, belajarlah memulai usaha dengan modal seminimum mungkin. Hal ini akan berpengaruh pada pola pikir Anda sebagai pengusaha.
Fokuskan 80% upaya Anda pada penjualan atau menguasai pasar dan hindari ribetnya produksi. Genjot promosi, ratakan distribusi di area terbatas secepat mungkin. Genjot omzet dengan pembayaran yang bagus. Margin boleh tipis, yang penting pembayaran (cashflow) lancar. Raih angka impas operasional (BEP) secepat mungkin.
Fokus materi:
• Entrepreneur mindset.
• Basic negotiation.
• Selling skill.
• Uji Ngangenin; Ide >> Uji >> Evaluasi >> Perbaiki >> Uji hingga ngangenin.
• Packaging for UKM.
• Merek yang Ngetop.
• Sistem ‘distribusi = promosi’ untuk pemula.
• Strategi harga ke distributor (reseller).
• Viral marketing.
• Menata keuangan yang sederhana.
• Badan hukum, perijinan, merek dagang.
2. PROFITING
Setelah fase ‘survive’ dilalui, maka Anda memasuki fase memaksimalkan keuntungan. Masih fokus ke pemasaran, namun lebih dipertajam untuk pos keuntungan dari mana? Menambah prospek? Menaikkan nilai konversi? Membuat pelanggan beli lebih sering? Menaikkan angka pembelian tiap kunjungan? Atau menaikkan margin?
Karena penghasilan sudah mulai lancar dan besar, maka pengelolaan keuangan adalah kebutuhan yang mutlak.
Seiring dengan naiknya omzet, maka pertambahan tim juga anak naik. Saatnya belajar merekrut dan mengelola tim.
Fokus materi:
• Memaksimalkan profit (5 Pos Menaikkan Profit).
• Profiling; Mulai menganalisa data penjualan: Siapa spesifik target pasar Anda, Dimana mereka biasa berkumpul.
• Accounting for business owner.
• Alternatif permodalan.
• Basic Administration.
• Recruitment & training (SDM).
• Team building.
3. SYSTEMIZING
Memiliki bisnis yang auto pilot adalah idaman para pengusaha. Kenapa? Agar bisa jalan-jalan, sembari bisnis tetap jalan dan menghasilkan. Untuk itu diperlukan sistem dalam perusahaan.
Inti dari sistem adalah mendokumentasikan semua aktivitas perusahaan agar mudah diduplikasi dan sebagai acuan standarisasi.
Segala aturan dalam perusahaan mustahil berjalan dengan harmonis, tanpa kepemimpinan yang benar. Untuk itulah seorang pemimpin perlu mengasah kemampuan kepemimpinannya.
Fokus materi:
• Merumuskan Visi, Misi yang membumi.
• Lean Process; Merampingkan proses sebelum disistemkan.
• Struktur organisasi.
• Process Flow; Menggambarkan alur proses perusahaan.
• Dasar pembuatan SOP; Mendokumentasikan semua aktivitas perusahaan.
• KPI; Indikator kerja benar.
• 4 Sektor Sistemasi.
• Leadership.
4. MULTIPLYING
Setelah sistem terbuat dan teruji, tiba saatnya menduplikasi kesuksesan bisnis Anda ke wilayah lainnya. Bentuknya bisa jadi cabang, franchise, lisensi, stokis, atau lainnya.
Sistem yang belum teruji, tapi sudah terburu dijual belikan akan menciderai orang lain, kemudian mencoreng kredibilitas diri.
Franchise bukan opsi satu-satunya dalam langkah multiplikasi. Bahkan pikirkan 7 kali untuk mengembangkan bisnis dengan sistem franchise, karena faktornya bukan menyangkut wilayah kekuasaan Anda lagi, namun wilayah diluar kuasa Anda, yaitu perilaku para franchisee Anda.
Pada dasarnya multiplikasi adalah sarana untuk melebarkan sayap distribusi. Maka dari itu perlu dipelajari materi lanjutan tentang alternatif saluran distribusi yang cocok untuk produk atau jasa Anda.
Fokus materi:
• Etika bisnis; Agar bisnis bukan mencari untung diatas penderitaan orang lain.
• Advanced Distribution.
• Distribution Center.
• Supply Chain Management.
• Technology & Software.
• Kerjasama & Legalitas.
• Jebakan-jebakan hukum.
5. INVESTING
Inilah fase uang menghasilkan uang. Namun tanpa ilmu yang tepat, uang Anda akan hilang. Jika Anda telah mampu meniti tangga bisnis 4 tahap sebelumnya, bukan dengan cara melompat tangga, maka semestinya keilmuan analisa usaha Anda sudah cukup mumpuni.
Namun ada pepatah, “I know what to do, but I don’t do what I know”. Kerap para investor hanya tergiur oleh keuntungan yang besar, tanpa mengukur resiko yang besar pula di belakangnya. Apa yang Anda raih dalam 10 tahun bisa hilang hanya dalam 1 kali investasi, jika Anda tak patuh aturan.
Dalam fase ini, Anda akan lebih banyak memiliki waktu untuk kegiatan sosial Anda, karena penghasilan pasif Anda telah mengalir dan akan terus mengalir.
Fokus materi:
• Mindset Investor.
• Exit Plan.
• 3 Pos Investas.i
• Valuasi Bisnis.
• Ekspansi kemana? (Hulu Hilir).
• Jual Beli Bisnis.
• Venture Capital.
• Social Responsibility.
Ingatlah bahwa bisnis hanyalah kendaraan atau sarana untuk mencapai tujuan. Surga adalah tujuan kita sesungguhnya. Jangan sampai kita terlena oleh kendaraan dan melupakan tujuan kita.
Semoga framework ini bermanfaat bagi pengembangan UKM di Indonesia.

dari fb/groups/
Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi

Sunday, 11 October 2015

4 Tips Meraih Lebih Banyak Pelanggan Bisnis Dari Facebook

Media sosial Facebook saat ini memang tidak hanya digunakan untuk sarana curhat atau ajang pamer dan eksistensi. Jejaring sosial kreasi Mark Zuckerberg ini kini telah banyak digunakan oleh para pebisnis untuk kegiatan #promosi hingga menciptakan peningkatan penjualan ataupun upaya branding.
Dalam dunia bisnis, ukuran atau tanda yang menjadikan kegiatan promosi dan peningkatan penjualan atau branding ini sukses adalah jumlah pelanggan yang datang. Ya, pelanggan atau orang yang akan membeli produk kita akan menjadi bukti bahwa kegiatan promosi Anda berhasil. Namun sayangnya masih banyak pengusaha yang belum mengetahui hal-hal yang bisa dilakukan untuk bisa meraih lebih banyak pelanggan bisnis dari Facebook.
Padahal penguasaan untuk mendapatkan pelanggan adalah hal yang mutlak diketahui dan dimiliki oleh pebisnis untuk membuat strategi marketingnya berjalan dengan sukses. Untuk Anda yang belum mengetahui cara-cara meraih pelanggan lewat promosi Facebok, berikut ini kita sampaikan hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

1. Optimalkan Halaman Facebook

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk meraih pelanggan di Facebook adalah dengan mengoptimalkan halaman Facebook. Untuk mengoptimalkan halaman Facebook ini Anda bisa memulai dari foto cover. Foto cover yang memiliki tampilan gambar yang lebih besar memang akan mendapat perhatian yang lebih dari komponen halaman Facebook lainnya.
Foto cover yang juga menjadi titik poin pertama dari pengunjung ini haruslah dibuat menarik untuk bisa meraih pelanggan. Cara untuk membuat foto cover yang menarik adalah dengan memasukkan tagline pada foto yang menyatakan keuntungan utama bagi para pengunjung yang mau mengklik like atau suka pada halaman Facebook kita.
Selain foto cover, hal berikutnya yang harus dioptimalkan dari halaman Facebook adalah menu “About” atau “Tentang”. Di menu ini, Anda harus menuliskan profil perushaan atau bisnis kita dengan menarik. Jangan lupa untuk menambahkan kata kunci dalam menu ini agar bisa di indeks oleh#Google. Untuk memperkuat tampilan menu about ini Anda bisa memasukkan link ke halaman website tertentu yang ingin ditampilkan atau juga menambahkan beberapa testimonial dari pelanggan.

2. Miliki Strategi Konten

Setelah selesai dengan halaman Facebook, maka langkah berikutnya untuk meraih pelanggan adalah dengan memiliki strategi konten. Namanya juga #media sosial, pasti Anda tak akan lepas dari kegiatan posting. Namun untuk Anda seorang pebisnis, Anda tak bisa sembarangan dalam melakukan postingan. Konten yang akan Anda share pun haruslah menarik dan sesuai dengan tujuan kita dalam menarik pelanggan.
Untuk itu cobalah untuk membuat beberapa variasi post, seperti tentang berita bisnis, tips, foto, links, dan juga lelucon. Kebanyakan orang memang menggunakan Facebook untuk bersosialisasi dan bersenang-senang. Jadi, kita sebagai pebisnis juga harus siap sedia juga dengan konten-konten postingan yang lucu tentang niche bisnis kita.
Dengan adanya konten yang bervariasi ini maka Anda bisa mendapatkan lebih banyak komentar, like, dan share hingga akhirnya mendatangkan pelanggan. Terakhir, hal yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan konten adalah dengan membuat strategi intensitas posting. Jangan sampai Anda terlalu lama tidak melakukan postingan, usahakan dalam kurun waktu satu hari minimal ada 2 post yang ditampilkan untuk meningkatkan visibilitas.

3. Berinteraksi dengan Halaman Lain

Meskipun Anda memiliki fokus meningkatkan pelanggan lewat akun #Facebook Anda, namun mencapainya Anda tidak bisa kemudian acuh tak acuh pada akun lainnya. Bahkan untuk bisa mencapai target Anda meraih simpati pelanggan, Anda memang diharuskan terus terhubung dan berinteraksi dengan halaman Facebook lainnya.
Jangan ragu untuk memberikan like atau suka dan komentar yang baik pada  halaman Facebook lain menggunakan akun halaman Facebook kita. Dengan kita berinteraksi dengan mereka, maka kita akan memperbesar visibiltas kita dan berpeluang untuk mendapatkan timbal balik yang sama dan bahkan lebih besar.

4. Gunakan Profil Pribadi Jika Memungkinkan

Terakhir, cara untuk bisa meraih pelanggan di Facebook adalah dengan menggunakan profil pribadi Anda jika memang memungkinkan. Perusahaan atau bisnis memang akan mencerminkan pemiliknya dalam hal ini adalah kita sendiri. Jadi jangan ragu untuk menggunakan profil kita untuk keperluan marketing di Facebook ini.
Dengan memakai identitas dan cara berkomunikasi dari diri kita sendiri maka orang mungkin akan terhubung dengan kita secara pribadi. Anda bisa menggunakan cara ini dengan membuat tombol follow dan membuat Facebook list untuk membantu mengelola privasi dengan profil pribadi. Dengan hal ini profil pribadi Anda akan lebih terlihat pada timeline orang daripada halaman bisnis kita dan pelanggan pun akan segera Anda raih.

Kekompakan Tim Media Sosial Sebuah Bisnis

Kekompakan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam membangun tim #media sosial yang sukses. Bermodal kekompakan dan kebersamaan yang solider, maka kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan dan mempopulerkan suatu brand bisnis bisa lebih mudah dicapai. Dalam sebuah buku bertajuk “Tweet Naked” seorang online marketer dan CEO sebuah social media firm bernama Scott Levy memaparkan informasi penting bahwa setiap pebisnis harus menyusun strategi media sosial  yang akan membantu meningkatkan popularitas brand dan bisnis. Dalam buku tersebut, Scott juga menjelaskan karakteristik orang yang tepat untuk bekerja di dalam media sosial  team.
Sebuah social media team bisa saja terdiri dari satu orang pekerja untuk sebuah bisnis kecil yang baru mulai dirintis. Dan mungkin juga sebuah tim media sosial  yang terdiri dari puluhan hingga ratusan orang yang memiliki suatu tujuan yang sama yakni meningkatkan dan menjaga popularitas sebuah brand bisnis agar tetap stabil. Management untuk mengelola sebuah tim media sosial juga harus disesuaikan dengan pengalaman masing-masing individu dalam team, jumlah orang yang bergabung dalam team serta seberapa besar popularitas yang ditargetkan oleh bisnis tersebut.
Dengan pertimbangan tersebut, maka pebisnis harus memilih orang-orang yang tepat dan memiliki passion di bidang media sosial  dan branding untuk kemudian diberikan training dan motivasi untuk menyamakan visi dan misi. Tim media social idaman tersebut harus memiliki beberapa poin penting berikut ini:

Anggota Team Harus Memiliki “Kecerdasan Media Sosial ”

Pebisnis tentu membutuhkan anggota team yang mahir menggunakan banyak jenis media sosial . Dan di era yang serba canggih dan modern ini, bisa saja semua orang mengaku sebagai expert hanya karena merasa menghabiskan banyak waktu untuk menelusuri timeline #Facebook atau #Twitter.
Tes sederhana yang untuk mengetahui apakah seseorang memang memiliki kecerdasan dan pengetahuan lebih di bidang media sosial  adalah dengan menanyakan mengenai perkembangan atau penambahan fitur terbaru pada sebuah media sosial. Jawaban yang cerdas dan up to date tentu menggambarkan bagaimana pengetahuan seseorang terhadap dunia media sosial.

Anggota Team Memiliki Product Knowledge yang Baik

Pastikan bahwa seluruh anggota media sosial  team memiliki pengetahuan yang baik terhadap produk dan brand bisnis yang diusung. Jangan sampai team memberikan jawaban yang salah atau bahkan tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan follower di media sosial. Hal tersebut malah dapat memperburuk citra dari brand bisnis yang dipromosikan.

The Right People in the Right Positions

Anggota team yang sabar, suka berkomunikasi dengan orang lain, mampu bersikap tenang dan tidak gampang panik dalam merespon adalah orang yang tepat untuk di tempatkan di bagian customer service online dalam social media team. Sedangkan anggota tim yang tidak terlalu senang bergaul dan memiliki keahlian desain yang baik tentunya akan lebih cocok untuk ditempatkan sebagai ahli desain yang dapat membuat logo brand dan mempercantik halaman media sosial. Menempatkan anggota di tempat yang tepat juga merupakan salah kunci membentuk team kerja yang baik.

Tempatkan Anggota Tim yang Tepat Pada Media Sosial  yang Berbeda

Setiap media sosial juga membutuhkan pengoperasian yang karakteristiknya berbeda-beda. Sebagai contoh, komentar di Twitter membutuhkan anggota team yang dapat merespon pertanyaan secara cepat, sopan dan tepat.
Sedangkan respon yang dibutuhkan di Facebook mungkin bisa sedikit lebih lambat dan lebih membutuhkan “riset kecil” sebagai bentuk validitas jawaban. Untuk anggota team yang lebih tertarik dengan sesuatu yang berbau audio visual, dapat ditempatkan di media sosial  lain misalnya #Youtube dan#Instagram.

Adanya Interaksi dan Konsistensi

Biasanya sebuah brand bisnis menggunakan beberapa jenis media sosial  untuk memperkenalkan produknya. Respon yang diberikan media sosial  tim harus sama dan seragam di semua media sosial . Jangan sampai follower mendapatkan jawaban yang berbeda ketika bertanya di beberapa media sosial  yang berbeda. Hal ini dapat menimbulkan keraguan dan kurangnya rasa percaya terhadap brand bisnis Anda.

Berpikir Secara “out of the box”, tapi Tetap Terkendali

Merespon setiap pertanyaan via media sosial  dengan beragam jawaban kaku yang sudah disediakan di skrip memang bukanlah hal yang baik. Gunakanlah gaya bahasa yang santai, akrab, sopan namun tetap menjawab esensi dari pertanyaan tersebut. Dengan begitu maka follower akan merasa excited dan memiliki komunikasi yang interaktif dengan suatu brand bisnis.

Kekompakan Anggota Tim untuk Membantu Satu Sama Lain

Daripada meng-hire tenaga kerja baru yang berarti menambah biaya dan harus dibimbing dari awal, lebih baik tanamkan rasa kekompakan dan kerja sama dalam social media team. Sehingga antara anggota satu dan yang lain kompak dan mengetahui tugas masing-masing anggota.
Suatu saat, anggota yang satu dapat menggantikan tugas dari anggota yang lain ketika sedang berhalangan. Kekompakan tersebut juga sedikit banyak mempengaruhi kesamaan gaya bahasa dan gaya respon dalam sebuah tim media sosial.

Kekompakan Antara Pebisnis dan Tim Media Sosial

Sebagai seorang pemilik brand bisnis, anda tentu paham benar bagaimana caranya merespon pertanyaan atau keinginan dari follower dan pelanggan secara baik. Biarkan hal ini diketahui dan dipahami oleh orang-orang yang anda pekerjakan, termasuk media sosial  team. Dengan demikian mereka akan tahu bagaimana sikap yang baik untuk menanggapi respon dari follower.

Perhatian dan Rasa Antusias

Perhatian dan rasa antusias perlu ditanamkan kepada tim media sosial agar mereka sungguh-sungguh berdedikasi dan bisa menciptakan relasi yang baik dengan fans/follower dan pelanggan. Sebagai pemilik bisnis, kita pun perlu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan atau keinginan anggota tim media sosial.
Sesekali traktiran dan acara karaoke bareng mungkin akan membuat team semakin kompak dan loyal terhadap bisnis Anda. Kepuasan tim akan menjadi ujung tombak untuk menarik lebih banyak followers dan pelanggan.

Di atas tadi sekelumit informasi mengenai bagaimana membangun dan memanage sebuah tim media sosial yang solid dan mampu memberikan hasil kerja yang optimal. Sekarang tinggal bagaimana seorang leader 

dari www.maxmanroe.com
sebagai otak usaha menjalankan langkah-langkah tersebut.

Sunday, 4 October 2015

"Hidup tak semudah COCOTE MOTIVATOR"



Pagi ini saya diberi kesempatan mengobrol dengan seorang Tukang ojeg disekolah Diaz, yang mencoba meminjam uang untuk bayar sekolah anaknya. Ini sudah untuk yang kesekian kalinya dan ini pula sudah untuk kesekian kalinya tidak dibayar. Jadi sulit akhirnya untuk mengabulkan permintaanya.
Ternyata membantu dengan langsung, tidak merubahnya, walau sudah puluhan tahun ini terus terjadi. Rasanya ingin memberi nasehat, namun sepertinya juga tidak ada gunanya. Orang ini sering kali dikepalanya sudah begitu kuat terprogram "Hidup tidak semudah cocotnya motivator."
Kehidupanya semakin saja terpuruk, dan mentalitasnya tetap saja mentalitas benalu, dan menyalahkan sekitarnya. Jika saja semua orang menyadari, bahwa kwalitas hidupnya adalah akibat dari kwalitas pikiran dan tindakanya, maka dia akan segera menjadi orang yang cerdas. Orang yang mudah terinspirasi dan mudah menemukan Kesalahan, Kelemahan dan Kekurangan dirinya.
Hidup memang tidak semudah cocote motivator, kita butuh melakukan apa yang dicocotkan, sehingga menjadi berdampak. Setiap tindakan POSITIVE akan memberikan domino efek yang positive.
Seburuk apapaun kondisi Anda, namun sudah memiliki niat untuk bangkit dan memperbaiki diri, maka ini jauh lebih mudah berubah menjadi indah, dibanding manusia manusia yang kepalanya tertutup untuk perubahan dan terus sibuk mencari apa apa yang bisa di salahkan.
Anda sekarang dihadapkan pada dua pilihan COCOTE MOTIVATOR itu akan anda jadikan Inpirasi , menjadi ide ide yang bisa anda lakukan untuk perubahan hidup, atau sekedar COCOTE yang melukai penyakit malas, lemah, dan mengganggu keinginan anda untuk terus menikmati menyalahkan orang lain dan mengganggu ego anda sebagai PECANDU DERITA ?

From:
Fb/Hari Subagya